Selasa, 21 Februari 2017

KITA BERTANGGUNG JAWAB ATAS SIKAP KITA





Nasib kita dalam kehidupan tidak pernah ditentukan oleh sifat kita yang suka mengeluh atau harapan kita yang terlalu tinggi. Hidup itu penuh dengan kejutan, dan

Orang pesimis mengeluh tentang angin
Orang optimis mengharapkan keadaan berubah
Sang pemimpin menyesuaikan layar

Kita memilih sikap-sikap apa yang kita miliki sekarang ini. Dan ini merupakan pemilihan yang tidak pernah berhenti. Saya merasa heran melihat begitu banyak jumlah orang dewasa yang tidak dapat mempertanggungjawabkan sikap-sikap mereka. Saat mereka sedang marah dan kemudian ada yang betanya mengapa, mereka akan menjawab ` saya salah melangkah saat bangun tadi pagi`. Ketika kehidupan mulai melelahkan dan ketika anggota keluarga lainya sedang betumbuh, mereka akan berkata “ wah saya salah urutan lahir”. Kalau hidup perkawinan mereka berantakan, mereka percaya bahwa mereka percaya bahwa mereka menikahi orang yang salah. Jika ternyata orang lain menapatkan promosi yang mereka inginkan, itu karena mereka berada di tempat yang salah dan pada waktu yang salah.
Apakah anda memperhatikan sesuatu?, mereka menyalahkan orang lain atas masalah yang mereka hadapi.
Hari terbesar dalam kehidupan anda adan saya adalah ketika kita mengambil tanggungjawab total atas sikap-sikap kita. Itulah hari ketika kita benar-benar bertumbuh.


~ Developing the Leader Within You


PILIHLAH UNTUK BERTANGGUNGJAWAB ATAS CARA ANDA MEMANDANG KEADAAN SEKITAR ANDA

Senin, 20 Februari 2017

PEGANGLAH KOMITMEN



Dunia belum pernah melihat seorang pemimpin besar kurang komitmen. Jika anda ingin menjadi pemimpin yang efektif, anda harus berkomitmen. Komitmen yang tepat akan menginspirasi dan menarik orang banyak. Komitmen itu menunjukkan bahwa anda memiliki keyakinan. Mereka akan percaya pada anda hanya jika anda yakin akan maksud anda. Orang akan menerima seroang pemimpin terlebih dahulu, baru kemudian visinya. Apa saja sifat dasar sebuah komitmen ? Perhatikan tiga pandangan berikut ini :
1. Komitmen dimulai di dalam hati
Saya diberitahu bahwa kuda-kuda yang menang di Kentucky Derby sebenarnya sudah kekurangan oksigen sejak 700 meter pertama, dan selanjutnya mereka hanya mengandalkan semangat. Bila sebagai pemimpin anda ingin mempengaruhi kehidupan orang lain, lihatlah kedalam hati anda sendiri apa anda sungguh berkomitmen.
2. Komitmen diuji oleh tindakan
Adalah satu hal jika kita berbicara tentang komitmen. Merupakan hal lain lagi untuk melaksanakan komitmen itu. Satu-satunya ukuran nyata adalah tindakan. Arthur Gordon mengakui hal itu, tidak ada yang lebih mudah selain mengucapkan kata-kata. Tidak ada yang lebih sulit selain melaksanakan apa yang dikatakan hari demi hari
3. Komitmen membuka pinta menuju Pencapaian
Sebagai seorang pemimpin, anda akan menghadapi banyak hambatan dan perlawanan, atau malah sudah. Dan akan tiba saatnya ketika komitmen merupakan satu-satunya hal yang dapat membawa kemajuan bagi anda. David McNally berkomentar, Komitmen merupakan musuh dari resistensi, karena komitmen merupakan janji yang tulus untuk melanjutkan tindakan, untuk bangun, tidak peduli sudah berapa kali anda terpukul jauh.

~ The 21 Indispensable Qualities of a Leader

BAGAIMANA ANDA MENGUKUR TINGKAT KOMITMEN ANDA SEBAGAI SEORANG PEMIMPIN

Senin, 13 Februari 2017

KAPAN HARUS MEMBUAT KEPUTUSAN


Banyak orang membuat keputusan ketika hal-hal tidak berjalan semestinya. Mereka mencari pertolongan di tengah lembah keputusasaan, alih alih menunggu kecerahan yang berasal dari puncak gunung. Mengapa? sebab dibutuhkan banyak upaya untuk dapat mencapai puncak gunung. Ketika anda sedang mengalami kegelapan di dalam lembah, anda akan sangat tergoda untuk membuat perubahan yang diharap apat membatu keluar dari ketidaknyamanan itu.

Ketika anda berada di puncak gunung kiasan, itulah saatnya untuk membuat keputusan. Itulah sebabnya :
  • Anda dapat melihat situasi dengan lebih jelas
  • Anda sedang bergerak menuju sesuatu, bukan hanya dari sesuatu
  • Anda meninggalkan orang-orang yang ad di sekitar anda dalam posisi yang lebih baik. 
  • Anda membuat keputusan dengan menggunakan data yang positif, bukan yang negatif
  • Anda cenderung bergerak dari puncak ke puncak, dan bukanya dari lembah ke lembah.
Disamping itu, ketika anda berada di dalam lembah, hal terpenting yang dapat anda lakukan adalah tetap bertahan dengan gigih. Jika anda terus berusaha, anda akan memperoleh napas anda kembali, seperti yang biasa dilakukan oleh para pelari maraton. Lagi pula dikatakan bahwa hanya ketika para pelari itu sudah cukup lelah menuju tempat tujuan, mereka akan menemukan apa yang sesungguhnya dapat mereka capai. Jika anda tetap bertatahan dengan gigih sementara terjebak di dalam lembah, hal tersebut tidak saja membuat anda mampu membuat lembah lembah itu menjadi tempat yang tinggi sehingga anda dapat membuat keputusan yang lebih baik, tetapi anda juga akan memiliki karakter yang lebih menantang, yang akan sangat berguna sepanjang hidup anda.

-          The Difference Maker


-          Gunakan Saat Saat Kecerahan puncak gunung untuk membuat keputusan besar -

Senin, 21 November 2016

CONVERSATION - BELAJAR BAHASA INGGRIS

Bagi anda yang ingin belajar bahasa inggris terutama untuk conversation, saya rekomendasikan link berikut ini :

http://www.belajaringgris.net/member/aff/go/mochamad_zainuddin

Insya alloh dalam waktu 1 - 3 bulan anda sudah dapat lancar berbahasa inggris.
Tidak peduli berapapun usia anda, karena sesungguhnya bahasa hanyalah kebiasaan, dan alat komunikasi.
anda tidak perlu khawatir grammar, karena yang paling penting dari bahasa adalah anda mengerti, memahami apa yang diucapkan dan apa yang akan anda ucapkan.

selamat mencoba....!!!


salam

Rabu, 24 Agustus 2016

KPI - Key Performance Indicators

Dear Rekan,

Key Performance Indicators atau yang sering kita kenal sebagai KPI merupakan alat yang powerfull untuk mengukur kinerja individu maupun organisasi. Untuk itu, bagi anda yang membutuhkan file KPI dapat mendownloadnya pada 2 link dibawah ini :

https://www.dropbox.com/s/pqimkh2m1tvcqr6/KPI%20Bagian%20SDM.docx?dl=0

https://www.dropbox.com/s/3oni60whfnd77eu/KPI%20Staf%20Kantin.xls?dl=0

cara dowload link :

Block link tersebut, lalu klik kanan dan  klik new tab link.

selamat mendownload...


semoga bermanfaat.

salam

Rabu, 22 Juni 2016

Deteksi Dini Hubungan Industrial



Persoalan hubungan industrial rupanya tidak henti-hentinya menarik untuk dibahas. Kasus-kasus hubugan industrial seakan tidak pernah hentinya kita dengan di berbagai media masa tiap harinya. Implikasi terbesar dari persoalan hubungan industrial yang sering mencuat adalah masalah demonstrasi, mogok kerja dan juga mebuat tenda di depan pabrik baca : istighosah tenda. Ibarat balon yang sedang ditiup, kejadian dari demonstrasi, mogok kerja sampai “istighosah” bisa diistilahkan sebagai meletusnya balon Karena terlalu kuat ditiup atau dipompa. Tiupan angin dari pengelola hubungan industrial dalam hal ini HRD sudah tidak mampu lagi menjaga stabilitas angin, sehingga semakin hari semakin membesar dan “meletus”. Akibat dari letusan itu tentu sangat dasyat. Produktivitas terhenti, masyarakat terganggu dengan tertutupnya atau paling tidak jalanan macet akibat demonstrasi yang dilakukan oleh buruh dan yang paling penting dan sering dilupakan oleh HRD dan pimpinan perusahaan adalah persoalan image atau brand perusahaan. Image perusahaan jadi negative dimata para customer, serta pencari kerja.

Pengaruh Brand perusahaan menjadi amat penting untuk dibahas dalam perspektif hubungan industrial. Kenapa demikian, kok malah bukan persoalan produktivitas yang terhenti?. Saya katakana demikian karena, pengaruh brand perusahaan membawa imbas yang sangat signifikan bagi hidup dan matinya perusahaan dimasa mendatang. Bagi HRD tentu akan sulit mencari kandidat baru untuk di hire keperusahaan tersebut, karena kesan negative perusahaan sudah ditangkap oleh para pencari kerja. nah, jika perusahaan tidak mampu mencari karyawan baru untuk menggantikan karyawan yang bermasalah tentu akan membuat perusahaan jadi stagnan dan bisa dipastikan akan mati secara perlahan. Belum lagi dimata customer yang tentunya berimbas pada ketepatan delivery produk yang telah dipesan. Terhambatnya delivery karena kasus demonstrasi karyawan bisa dipastikan customer akan mencari provider lainya untuk memenuhi kebutuhan usahanya. Dan bisa dipastikan secara perlahan akan ditinggal.

Akibat dari pengelolaan hubungan industrial (HI) yang tidak dilakukan secara antisipatif dan prefentif oleh HRD berdampak meletusnya kasus HI. Untuk itu, HRD sebagai pengelola hubungan industrial harus memiliki competency yang baik agar kasus HI tidak sampai meletus. Apa saja kompetensi yang wajib dimiliki oleh HRD dalam mengelola HI telah diatur standar minimum requirement dalam SKKNI- Hubungan Industrial. Dari dari banyaknya kompetensi dalam SKKNI itu, salah satu kompetensi yang menurut saya menarik untuk dibahas adalah mengenai kompetensi Deteksi Dini Hubungan Industrial. Mengambil istilah dari Kepolisian, posisi kompetensi Deteksi Dini HI bisa diibaratkan seperi Intelejent. Tugasnya adalah memberikan informasi sedini mungkin potensi criminal yang dilakukan oleh penjahat. Nah, pada fungsi deteksi dini persoalan hubungan industrial di perusahaan, HRD harus senantiasa memasang telinga, mata dan “hatinya” untuk mendengar dan melihat potensi-potensi persoalan yang dapat menimbulkan sengketa hubungan industrial. Identifikasi tersebut harus ter update setiap harinya. Jangan sampai kecolongan. Kalo tidak, akan terjadi letusan balon seperti ilustrasi diatas. Untuk itu, kompetensi wajib sebagi support dalam mendukung deteksi dini HI ialah kemampuan obeservasi lapangan serta listening skill dan communication skill mutlah diperlukan pada posisi ini. Lantas prakteknya seperti apa deteksi dini persoalan HI ini dapat dilakukan?. Di salah satu perusahaan yang saya berada didalamnya, praktek kompetensi ini lazim dilakukan dengan pertemuan baik secara formal maupun informal. Khususnya kepada serikat pekerja. Suatu ketika kita akan dihadapkan pada pilihan persoalan yang dihadapi oleh karyawan secara langsung atau persoalan yang dikemukakan oleh serikat pekerja yang menjadi konsen HRD?. Maka ketika dihadapkan pada 2 pilihan tersebut, skala prioritas yang dilakukan adalah mengedepankan persoalan Serikat Pekerja. Karena SP (Serikat Pekerja) lah yang menjadi wadah bagi karyawan sesuai dengan aturan undang-undang. Terlebih secara power dan legal merekalah acapkali memobilisasi karyawan untuk demonstrasi dan mogok kerja.

Banyak persoalan-persoalan HI dapat diselesaikan dengan cara pertemuan informal daripada mengedepankan cara formal. Ingat, bahwa dinamika persoalan hubungan industrial tidak bisa dilepaskan dari aspek penerapan psikologi secara umum. Penguasaan karakter manusia mutlak diperlukan bagi HRD untuk dapat menyelami dan menyelesaikan persoalan hubungan industrial di perusahaan. Bentuk deteksi dini kerawanan persoalan hubungan industrial dapat dituangkan dalam sebuah laporan tertulis kepada management untuk dapat dikelola secara dini sehingga tidak berkepanjangan dan menjadi persoalan besar. Dalam teori management dikatakan, ketika anda sudah mampu menemukan akar masalah sesungguhnya anda sudah mendapatkan 50 % penyelesaian masalah. Oleh karenanya, kemampuan deteksi dini kerawanan HI menjadi kunci penting bagi HRD untuk menemukan akar-akar masalah hubungan industrial secara dini, sehingga dapat di manage dengan baik. Dan pada akhirnya persolan HI akan menjadi dinamika stabil bagi perusahaan, stabilitas dan pertumbuhan perusahaan semakin melejit.

Selasa, 21 Juni 2016

Personal Aproach dalam dunia HR



Bebeberapa waktu yang lalu, saya mengadakan kegiatan buka bersama dengan rekan rekan supervisor dan staf management. Berlokasi di salah satu rumah makan di Prigen, Pasuruan. Suasana buka bersama sungguh menyenangkan dan rekan rekan sangat antusias mengikutinya. Suasana seperti ini berdampak baik bagi hubungan personal, menjalin kedekatan pribadi dan saling bercengkrama satu sama lainya. Acara tersebut terbilang cukup langka dilakukan para supervisor. Sudah hampir kurang lebih 10 tahun yang lalu acara buka bersama dan kumpul kumpul dengan management ditiadakan, “kata beberapa supervisor” menyampaikan ke saya. Mereka semua berharap kegiatan – kegiatan informal tersebut bisa diadakan lagi untuk menjaga suasana kekompakan tim dan juga sebagai sarana refresing akibat rutinitas kerja yang dilakukan.
Sengaja acara saya minta untuk dimulai lebih awal, sekitar jam 15.30 sudah berkumpul di tempat makan tersebut. Mengingat moment moment seperti ini sangatlah langkah dilakukan. Harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk sharing session dengan para supervisor dan para staf management perusahaan. Menempati sebuah gazebo dengan format lesehanya semakin menambah keutuhan silaturahmi dan tidak ada sekat (pembatas) lagi antara management dengan karyawan. Acara dimulai, dengan menggali sebanyak mungkin engangment yang dimiliki oleh karyawan terhadap perusahaan. Kenapa engagment?. Iya, engaggment memberikan dampak penting terhadap produktivitas kerja. Banyak penelitian mengenai engagement yang intinya menyatakan bahwa semakin karyawan ter-engage dengan baik, makan produktivitas kerja perusahaan akan meningkat pula. Salah satu yang menarik perhatian saya dalam sesi sharing tersebut adalah ungkapan karyawan yang sempat saya sebutkan diatas.
“Kenapa sepuluh tahun yang lalu perusahaan begitu peduli dengan karyawan, namun sudah hampir 5 tahun terakhir ini seolah olah perusahaan tidak peduli lagi dengan karyawan. Padahal pemimpinnya juga sama, kondisi laba rugi perusahaan kurang lebih juga sama”.
Kalo dicermati pernyataan diatas, seolah olah tidak mungkin terjadi situasi seperti saat ini. karyawan merasa gersang akan kegiatan dan pertemuan yang bisa membuat karyawan refresh, senang hati. Padahal pemimpin puncaknya juga sama. Ujung-ujungnya HR atau personalia yang jadi sindiran oleh karyawan. Akhirnya saya pun menjembatani mereka dengan menyampaikan kepada karyawan bahwa situasi seperti ini bisa terjadi karena adanya perubahan paradigma dalam mengelola SDM. Kalo dulu mindsetnya adalah dengan pertemuan seperti itu akan memberikan dampak secara langsung dalam menyelesaikan masalah. Lama-kelamaan, pola pertemuan rutin yang biasa dilakukan dianggap sebagai pemborosan dan membuang buang energi. Faktanya pimpinan melihat sudah sering kegiatan-kegiatan informal rutin dilakukan dengan baik, namun hasilnya tetap saja. Karyawan tidak mampu menyelesaikan masalah atau trouble di lapangan. Nah, ternyata statement inilah yang menjadi sumber sitauasi kerja menjadi gersang beberapa tahun terakhir. Padahal, kalo dicermati lebih dalam pada akar masalahnya adalah bukan hanya persoalan perubahan mindset yang dimiliki oleh pimpinan tertinggi di company, namun juga bagaimana personal approach dalam menyampaikan content kegiatan tersebut menjadi sangat berpengaruh. Saya teringat ingat isitilah figh dalam islam, yang menyatakan sesuatu yang wajib ada dalam mensupport ibadah itu terlaksana, maka supporting tersebut hukumnya menjadi wajib. Misalnya ketika anda sholat harus menutup aurat dengan sarung atau celana panjang, maka hukum sarung / celana panjang yang semula menjadi mubah (boleh saja dipakai) berubah menjadi hukum yang diwajibkan. Begitu juga dengan mindset, perubahan mindset harus didukung oleh paradigma dan personal approach. Nah, posisi pendekatan personal approach inilah menjadi wajib ada agar dapat dieksekusi dengan baik.
Dalam catatan saya, pendekatan personal approach kepada pimpinan ini yang perlu ditingkatkan pada tataran praktis. Sehingga perubahan paradigma terhadap pengelolaan karyawan juga semakin baik. Kasus diatas, misalnya. HRD harus melakukan pendekatan personal approach kepada GM secara terus menerus dengan suasana enjoyable. Barulah ketika timbul kepercayaan yang baik, program program pengembangan karyawan akan diterima dengan baik oleh pimpinan. Lantas bagaiman cara prkatis personal approach yang perlu dilakukan? Berikut paparanya :
1.       Seringlah berkunjung dan berdiskusi diruang pimpinan (cara formal)
Pepatah, tak kenal maka tak sayang sering kita dengar. Nah ini rupanya juga cukup manjur dilakukan oleh anda yang ingin dilihat performancenya. Semakin sering anda menemui atasan anda, maka semakin tahu atasan anda terhadap diri dan kinerja anda. Nah, disitulah akan muncul “trust”. Modal yang sangat penting dalam hubungan kerja. Guru saya pernah menyampaikan kepada saya. Tindakan positif seseorang dapat diberikan kepada siapapun, bahkan diluar nalar umum hanya karena faktor “trust”. Ya, faktor “trust”. Dasyat bukan?!. Berapa sering kita mendengar para owner perusahaan memberikan kepercayaan mengelola asset perusahaan atau bisnisnya kepada orang yang baru dikenalnya 1 – 2 tahun, gara-gara orang tersebut dapat dipercaya. Berapa sering pula kita mendengar, orang lain menitipkan barang-barang berharganya kepada kita, tanpa ada keraguan sedikit pun akan kehilangan, hanya gara-gara faktor kepercayaan??!. Nah, membangun kepercayaan itu penting. Karena sepintar apapun anda, sejago apapun kompetensi yang dimiliki oleh anda. Kepercayaan menjadi penentu seseorang untuk diberikan tugas pada level dan ruang lingkup yang lebih luas.
2.       Sesekali agendakan ngobrol saat makan siang dengan pimpinan (Cara informal)
Membangun keakraban dengan melakukan obrolan santai saat istirahat, atau saat para pimpinan anda sedang santai. Akan memberikan nilai tersendiri kepada kita dalam membangun branding diri anda kepada pimpinan. Nah, secara psikologis akan terbangun kepercayaan sedikit atau banyak kepada anda. Bahkan cara-cara informal ini kadang jauh lebih efektif dilakukan daripada cara-cara formal diatas. Mengapa demikian, karena pada saat orang sedang santai biasanya hatinya terbuka dan gembira. Dengan suasan rileks dan keterbukaan jiwa serta rasa gembira, orang akan mudah sekali menerima anda dan juga pendapat-pendapat yang anda berikan kepadanya.
3.       Jangan lupa memberikan laporan perkembangan
Seringkali ketika kita sudah mendapatkan persetujuan terhadap suatu program, kita sering lupa memberikan laporan proses keberhasilanya. Sehingga terkesan acara yang kita lakukan sekedar menghambur-hamburkan uang perusahaan belaka. Untuk mengantisipasi hal tersebut, maka laporan proses sampai hasil kegiatan harus senantiasa kita sampaikan kepada pimpinan kita.

Dengan modal ketiga cara ditas, semoga semakin memantapkan anda untuk belajar personal approach dengan baik. Dan kesukseskan akan senantiasa menyertai anda dalam karir dan masa depan.


Salam Developt and Growth…!!