Kisah “Operasi Alami di Tanah Suci : Dunia Medis Terpana”
by : Mochamad
Zainuddin
Dikisahkan oleh
Budhe Nining, saat sedang ngobrol di ruang tamu di rumah. Sambil menikmati
seteguk air zam-zam dan secuil makanan ringan. Pada saat beliau mau berangkat
ibadah haji dan umroh. Beliau divonis oleh dokter mengidap penyakit di
perutnya. Disarankan dokter sebelum berangkat haji dan umroh harus operasi.
Tidak boleh tidak !. Karena akan membahayakan nyawa. Kata dokter. Namun Budhe
Nining tetap bersih kukuh ingin berangkat. Sebab tak terkejar waktu bila harus
di operasi. Bakal tidak bisa ikut haji imbuhnya. Belum tentu tahun depan juga
bisa sehat.
Dengan tekad bulat,
niat yang tulus serta mengharap RidhoNya, akhirnya beliau memutuskan untuk
berangkat tanpa operasi. Beberapa hari sesampainya di Baitullah. Budhe
mengalami kejadian yang unik, serasa mau muntah muntah. Perut rasanya kembung.
Sudah tak tertahankan lagi. Dimuntahkan isi yang ada di dalam perutnya.
Subhanalloh. Yang terjadi, muntahan yang ada bukan sekedar makanan yang keluar.
Namun seperti pasir. Cukup banyak. Setelah termuntahkan rasanya jadi enteng.
Badan lebih sehat. Walhasil Budhe dapat menjalankan aktivitas haji dan umroh
dengan khusu’ dan lancar. Selama 40 hari. Tidak ada kendala apapun dan tidak
ada keluhan mengenai penyakitnya. Sehat!.
Cerita yang lain
juga datang dari Pakdhe Anies. Waktu melakukan ibadah thowaf, mengelilingi
ka’bah. Beliau punya riwayat kaki jempol sebelah kiri tidak normal. Agak
melenceng ke kiri. Tidak lurus. Saat menjalani ibadah thowaf. Kakinya terinjak
oleh seseorang. Maklum kondiisi saat towaf sangat padat. Berdesakan. Tak jarang
saling dorong-mendorong terjadi. Terlebih ketika berada di sekitar area hajar
aswad. Padat. Setelah diinjak kakinya oleh seseorang. Pakdhe Anies merasa
kesakitan luar biasa. Ingin rasanya mencari siapa orang yang menginjak kakinya
tadi. Namun tidak ketemu. Orangnya sudah berlalu dengan ribuan orang yang
berdesak desakan. Akhirnya Pakdhe Anies menepi, mencoba bermunajat kepada Alloh
SWT. Memohon ampun. Seraya beliau mengusapkan dan memijat mijat kakinya dengan
air zam-zam. Qodarullah (Dengan seijin Alloh) jempol kakinya merasa tidak sakit
lagi. Malah diberikan nikmat baru ketika memandangnya. Jempolnya sekarang
lurus. Normal dan tidak melenceng lagi. Subhanalloh.
Kembali ke kisah
Budhe Nining. Sekembalinya di Indonesia. Beliau melakukan kontrol ke dokter
langganannya. Setelah dilakukan rontgen dan dilihat hasilnya. Subhanalloh.
Dokter pun terkaget kaget. Tumpukan penyakit di perutnya sirna. Tanpa bekas.
Budhe Nining pun menyadari. Ternyata kejadian di Baitullah - Tanah Suci. Waktu
itu. Secara tidak sadar penyaktinya sedang dioperasi oleh Alloh SWT secara
alami. Subhanalloh. Senyum sumringah pun tersirat dari wajah beliau. Dengan mengucapkan rasa syukur yang tak
terhingga. Penyakitnya telah dihilangkan oleh Alloh SWT. Tanpa repot repot
harus melakukan operasi. Yang tentunya memakan biaya yang mahal. Terlebih juga
akan banyak membutuhkan berhari hari untuk rehat di rumah sakit.
Sahabat, dengan
kedua kisah di atas. Kita semua bisa mengambil hikmah. Dengan tekad yang kuat.
Kerinduan akan segera berangkat menunaikan ibadah haji dan umroh. Disertai niat
tulus dan ikhlas. Beribadah semata karena RidhoNya. Walau ada penyakit yang dialami.
Tidak menyurutkan niatnya. Alhasil, malah diberikan balasan yang setimpal oleh
Alloh, penyakitnya dihilangkan. Tanpa bekas. Tanpa perlu operasi. Kalo Alloh
SWT sudah berkehendak, baginya akan sangat mudah menghilangkan segala penyakit.
Melalui caraNYA. Entah niat dan ketulusan seperti apa yang beliau berdua
amalkan. Sehingga bisa dioperasi secara gratis oleh Alloh SWT. Dari kisah di
atas, saya teringat hadist Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Al Bukhori
Hadist No.1521, yang kurang lebih artinya : Siapa yang berhaji ke Ka’bah,
lalu tidak berkata-kata seronok dan tidak berbuat kefasikan, maka dia pulang ke
negerinya sebagaimana ketika dilahirkan oleh Ibunya.
Boleh jadi, kisah
yang dialami oleh Pakdhe Anies dan Budhe Nining, seolah olah mensyaratkan
kepada kita semua. Bahwa dengan niat tulus dan ikhlas berangkat ibadah haji dan
umroh. Mengharap RidhoNya. Kembali ke tanah air seperti bayi yang baru lahir.
Bersih dari dosa atau bersih dari segala penyakit. Walhasil, penyakit yang
selama ini diderita, disembuhkan tanpa harus operasi secara medis. Membuat
dokter kagum dan terpana!. Ajib.
Catatan :
Kisah ini ditulis
bukan bermaksud untuk mengagungkan nama yang tertera dalam kisah di atas.
Melainkan semata ingin mengambil hikmah akan peristiwa yang terjadi. Agar kita
semua punya Optimisme !. Keyakinan dan kepasrahan diri. Bahwa hanya Alloh lah
yang memberikan penyakit dan dengan caranNYa pula penyakit dapat dihilangkan
semudah mengedipkan mata. Semoga kita semua diberikan ketulusan niat dan
kekuatan tekad agar dapat menjalankan semua PerintahNya wabil khusus, segera
meniatkan dan menguatkan tekad untuk bersegera menjalani ibadah haji dan umroh.
Barokallah.
Pandaan, 7 Oktober 2022
# Selamat menyambut peringatan Maulid Nabi
# Allohumma Sholli Alaa Muhammad….